Rabu, 28 Juli 2010

pesan

pesan begitu indah disampaikan, baik dengan kata maupun dengan short message. Tidak ada hari dan waktu yang terlewat untuk tidak memberikan pesan kepada sang pecinta. sang rembulan lembut tersenyum di pelataran hati. tidak ada keluh kesah yang tidak dirasakan bersama, sakit kita ke dokter berdua, makan, lapar, senyum, sedih, canda, tawa nikmati bersama.

sampai suatu ketika datang pesan tanpa kata tanpa suara, tiada rasa. tertulis diatas bungkus sebuah permen "would you marry me", suatu pesan yang ditulis dengan hati yang tulus serius, tanpa adanya tekanan. hati serasa luluh karena menulis itu apalagi dibarengi dengan indahnya jawaban yang telah kudengar. apakah tidak dapat dilupakan perkataan itu, maka aku tulis disini suatu artikel yang kugunakan mengabadikan hubungan kita, agar selalu dapat kita tilik dengan mata dan diingat dengan memori kita serta diresapi dengan hati kita.

hai cinta, hai sayang, ungkapkan perasaan dengan jujur. berusahalah jujur terhadap pasanganmu karena pasanganmu akan menghargai kejujuranmu walau itu sangat menyakitkan. ungkapkan segala kejadian dengan lugas dan terang, karena dengan begitu sang kekasih akan merasa dihargai dengan setinggi-tingginya kehormatan yang diberikan untuknya. Dengan mengungkapkan segala isi hati itu berarti banyak karena pasangan akan belajar untuk percaya. gunakanlah "kesempatan" baik-baik hai para pecinta. karena dengan curhat segala permasalahan dan kejujuran akan timbul suatu kepercayaan yang akan memperkokoh daya gedor semangat bercinta.


bravo "jujur"

dwi

0 komentar:

Poskan Komentar